LTLulus TA
Judul & Proposal

Cara Menentukan Judul Skripsi yang Langsung Di-ACC Dosen

Judul ditolak berkali-kali biasanya bukan karena topiknya jelek, tapi karena tiga hal ini tidak terpenuhi.

Tim Lulus TA6 menit baca

Kebanyakan mahasiswa mengira judul ditolak karena topiknya kurang menarik. Padahal dalam pengalaman kami mendampingi ratusan mahasiswa, penyebabnya hampir selalu sama: topiknya menarik, tapi tidak bisa diteliti.

1. Pastikan datanya benar-benar ada

Sebelum jatuh cinta pada sebuah judul, tanyakan satu hal: dari mana saya akan mengambil datanya? Judul tentang strategi internal sebuah bank BUMN terdengar keren, tapi kalau kamu tidak punya akses ke data internalnya, penelitianmu akan mentok di Bab 3. Dosen pembimbing yang berpengalaman langsung mencium masalah ini di menit pertama.

Cek ketersediaan data dulu, baru rumuskan judul. Bukan sebaliknya.

2. Persempit sampai terasa 'terlalu kecil'

Rumusan masalah yang terlalu luas adalah pembunuh nomor satu. 'Pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen' itu bukan skripsi, itu buku. Persempit: media sosial yang mana, perilaku konsumen yang seperti apa, pada siapa, di mana, kapan.

Aturan praktis kami: kalau judulmu masih bisa dipersempit satu tingkat lagi, persempit. Skripsi yang baik menjawab satu pertanyaan kecil dengan tuntas, bukan sepuluh pertanyaan besar dengan dangkal.

3. Temukan celah, bukan sekadar topik

Dosen tidak bertanya 'kamu mau meneliti apa', mereka sebenarnya bertanya 'apa yang belum diketahui orang tentang ini'. Baca 10–15 jurnal terbaru di bidangmu dan perhatikan bagian 'saran untuk penelitian selanjutnya'. Di situlah celah penelitian biasanya sudah dituliskan dengan gamblang oleh peneliti sebelumnya.

Format singkat yang manjur saat menghadap dosen

Datang dengan tiga alternatif judul, masing-masing disertai: (a) fenomena yang mendasari, (b) celah dari penelitian terdahulu, (c) sumber data yang sudah kamu pastikan tersedia. Mahasiswa yang datang dengan format ini hampir selalu keluar ruangan dengan judul yang di-ACC.

Kalau kamu masih buntu setelah mencoba semua ini, itu wajar — dan justru di sinilah gunanya diskusi dengan orang yang sudah sering melewatinya.

Masih buntu setelah membaca ini?

Konsultasi pertama gratis. Ceritakan kondisimu, kami bantu petakan langkah berikutnya — tanpa kewajiban lanjut.

Konsultasi Gratis via WhatsApp